shadow

2 TAHAP EKSEKUSI / EXECUTION PHASE – CLOSED LOOP MRP II (Manufacturing Resource Planning)

 

action2 TAHAP EKSEKUSI / EXECUTION PHASE –  CLOSED LOOP MRP II (Manufacturing Resource Planning) – Menerbitkan MO (Manufacturing order) dan PR (Purchase Request)

Setelah menyelesaikan Tahap Planning kita lanjutkan belajar mengenai Tahap Eksekusi atau Execution Phase dari Closed Loop MRP II (Manufactueing Resource Planning).

 

Tahap Eksekusi atau Execution phase dari Closed Loop MRP II ada 2 yaitu:

  • Menerbitkan MO (Manufacturing Order) oleh PPIC à Eksekusi MO utk memproduksi finished goods oleh Produksi
  • Menerbitkan PR (Purchase Request) oleh PPIC à Eksekusi PR menjadi PO oleh Procurement

 

1) Menerbitkan MO (Manufacturing Order)

Setelah ABC Analysis, PP, MPS, CRP dan MRP dibuat maka tahap selanjutnya adalah PPIC menerbitkan MO dan menerbitkan PR.

MO diterbitkan berdasarkan MPS sedangkan PR diterbitkan berdasarkan MRP.

Sebelum PPIC menerbitkan MO ada beberapa tahapan yg harus dilalui yaitu:

  • Cek kelengkapan material di warehouse dan kesiapan material apakah sudah direlease oleh QC atau belum
  • Cek kesiapan mesin atau Daily production schedule (Jadwal Produksi Harian). Jika sdh masuk di daily production schedule, Produksi sudah menyiapkan mesin dan peralatan.
  • Jika material lengkap, material sudah siap dan sudah dicantumkan pada daily production schedule, maka PPIC segera menerbitkan MO
  • Biasanya MO diterbitkan 3 hari kerja sebelum jadwal produksi (contoh saja), jika kita terbitkan MO jauh hari akan menimbulkan antrian panjang dan lead time MO menjadi panjang dan ini tercatat di system komputer, meskipun blm termasuk dlm WIP krn belum dilakukan transaksi pemakaian material, factory overhead dan direct labour.
  • Setelah MO diprint out kemudian diserahkan kepada dept Production sebagai dasar untuk memproduksi finished goods

Berikut ini flow process untuk menerbitkan MO

release MO

2) Menerbitkan PR (Purchase Order)

Setelah selesai di Tahap Planning yaitu membuat ABC Analysis, PP, MPS, MRP kemudian PPIC membuat Forecast material untuk dikirim ke Procurement yg akan digunakannya utk kontrak pembelian material kepada supplier, kontrak VMI (Vendor Managed Inventory), dll.

Kemudian memasuki Tahap Execution, PPIC menerbitkan PR berdasarkan MRP dan juga memberikan Forecast material yg up todate utk material critical sesuai permintaan Procurement.

Pada tahap planning MRP untuk membuat Qty to order (PR) sudah mengkalkulasi stock on hand, on order (PR dan PO),  Pack size, MOQ (minimum order quaintity), Min Max stock dan Purchasing Leadtime. Oleh karena itu pada saat membuat PR, hanya eksekusi-nya saja yaitu menerbitkan/release, printout file/hardcopy, mengirimkannya ke Procurement.

Selanjutnya Procurement akan mengkonversi nya menjadi PO, setelah melalui tahap meminta quotation kepada supplier, mengkomunikasikan spesification, kesiapan stock dan delivery ke factory, term of payment, dsb.

Apabila supplier tidak dapat mengirimkan material sesuai waktu atau quantity yg tertera di PR, Procurement akan menginformasikan kpd PPIC agar PPIC dapat mengantisipasi atau merevisi MPS nya. Kemudian PPIC meneruskannya kpd dept Production jika hanya berimpact pada MPS atau kpd Marketing jika berimpact kepada supply finished goods.

 

Untuk monitoring MO dan PR ada di next artikel ya……………..

 

Referensi:

Jr.Tony Arnold., Stephen N. Chapman., Llyoid M. Clive.2008. Introduction to material management. 6th edition.Prentice Hall.

 

 

 

 

Incoming search terms:

  • contoh shecedul po harian manufacturing
  • contoh close loop plan
  • contoh post release phase
  • eksekusi material
  • pengertin excution phose
  • PPIC PR JO TO PO
  • tahapan dalam production manufacturing planning
  • Tahapan kerja planning eksekusi finishing apa maksud nya
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *