shadow

3 Jenis Tahap Monitoring (Monitoring phase) – MRP II

monitoring3 Jenis Tahap Monitoring (Monitoring phase) – Closed Loop MRP II 

Setelah melalui tahap Planning dan Execution dengan selamat dan selanjutnya tugas PPIC berikut nya adalah Follow up…Follow up ….dan Follow up…

Tahap ini menurut saya justru yg paling banyak membutuhkan waktu dan kesabaran juga membutuhkan leadership dan ketelitian, sebab harus berkoordinasi dengan bagian lain.

Meskipun semua sudah diplanning dan didiskusikan pada monthly meeting dan weekly meeting, pada daily activities-nya sometimes ada saja deviasi yg tidak terduga.

Follow up dari PPIC sangat dibutuhkan agar planning dan execution tetap on track, sehingga meskipun ada deviasi dapat segera diambil action plan.

Dan semua pengalaman yg terjadi di tahap ini harus direcord agar dapat dibuat SOP atau merevisi SOP yg sdh ada, sehingga tidak terjadi lagi di masa depan. Disinilah letak tugas seorang PPIC Manager atau Supervisor sangat dibutuhkan.

Ada 3 jenis monitoring yaitu :

  • Monitor PR (Purchase Request) dan PO (Purchase order) status
  • Monitor releasing material dan finished goods
  • Monitor MO (Manufacturing order) status

Sekarang kita bahas satu persatu ya….

 

1) Monitoring PR dan PO status

Sebelum membicarakan mengenai monitoring PR, material Planner harus memastikan dulu bahwa semua PR terlah diterbitkan sesuai MRP, tidak ada PR yg terlewat untuk diterbitkan.

Untuk yg sdh menggunakan system komputer material Planner hanya perlu memastikannya dgn men-generate report MRP-PR report yg minimal mencantumkan data berikut ini:

  • Item# material ; Material description; uom ; Qty to be order; PR to be release ; PR#

Sehingga jika PR# belum ada maka dari MRP belum diconvert menjadi PR.

Selanjutnya mulai monitoring PR-PO………………

Untuk yg sdh menggunakan system komputer material Planner hanya perlu men-generate  PR monitoring Report  yg minimal mencantumkan data :

  • Data PR yaitu PR# ; PR Date;  Item# material ; Material description ; uom ; Qty ; Requested date
  • Data PO yaitu PO# ; PO Date; Supplier Name; Confirmed Date
  • Data Receiving report (RR) yaitu RR# ; RR Date; Qty Received ; Received Date

Material planner perlu melakukan analisa terhadap report tsb yg sdh difilter diantaranya:

  • Daftar PR yg belum diconvert menjadi PO. Misalnya sesuai kesepakatan Leadtime PR-PO adalah 3 hari kerja, jika lebih dari 3 hari kerja belum diconvert menjadi PO maka PPIC haru follow up ke Procurement.
  • Daftar PR yg material nya belum dikirim oleh supplier. Jika tidak dikirim tepat waktu PPIC harus melakukan follow up kepada supplier atau Procurement.

Untuk perusahaan yg belum menggunakan system, maka PPIC harus membuat report manual misalnya menggunakan Excel, dengan mencantumkan data-data tsb di atas dan meng-update nya apabila ada perubahan.

 

2) Monitor releasing material dan finished goods

Setelah material tiba di warehouse, PPIC juga berkoodinasi dengan Quality Control agar material yg urgent dapat segera diprioritaskan pemeriksaannya.

Untuk material yg sesuai dengan QC leadtime tidak perlu koordinasi ketat dgn QC, karena otomatis QC akan melakukan pemeriksaan setelah menerima receiving report dari  team Warehouse.

Material urgent dapat disebabkan bermacam-macam diantaranya:

  • Inaccurate Forecast à Demand finished goods yg tiba-tiba naik, shg segera order material kurang dari leadtime
  • Material supply issue à Keterlambatan delivery material dari supplier
  • Quality issue à Material yg dikirim supplier reject, dan harus menunggu dikirim penggantinya
  • Misplanning à misalnya PPIC terlewat menerbitkan PR, sehingga akhirnya material diorder tidak sesuai purchasing leadtime

Demikian juga jika sdh selesai produksi dan harus melewati QC kembali, PPIC juga harus monitor ketat utk FG yg urgent.

 

3)  Monitor MO (Manufacturing order) status

PPIC harus memastikan semua MO sdh diterbitkan sesuai dengan MRP dan daily production schedule.

Kemudian PPIC memonitor MO yg sdh release apakah sesuai dgn daily production schedule, jika terjadi deviasi harus segera dikoordinasikan dengan Production dibuat action plan, dan jika diperlukan diangkat ke meeting bersama Factory Manager.

PPIC juga memonitor daily output Production report, apakah sesuai dengan target.

 

Apabila deviasi tsb menyebabkan keterlambatan pengiriman FG ke customer, harus segera menginformasikan kpd Marketing/customer.

 

 

 

Incoming search terms:

  • tahapan PO
  • tahap action loop
  • PO PR TO PPIC
  • po dengan pr duluan mana
  • phase dalam MRP
  • monitoring pr dan po dalam ppic
  • monitoring ada 3
  • Mengapa dalam mrp harus ada monitoring
  • Membuat monitoring p o
  • manajemen operasi phase 1 2 dan 3
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *