shadow

5 hal penting dalam Capacity Management

timbangan5 hal penting dalam Capacity Management (Manajemen Kapasitas)

Seorang Planner atau PPIC Manager/Supervisor harus memahami kapasitas produksi di pabrik, karena sebaik apapun MPS (master production schedule) yg dibuat jika kapasitas mesin tidak cukup maka MPS tidak akan bisa dieksekusi.

Oleh karena itu setelah PPIC membuat MPS, selanjutnya adalah meng-kalkukasi CRP  (capacity requirement plan) bukan ke MRP (material requierment plan) dahulu, sebab material yang akan dibeli akan terbuang percuma atau menumpuk di warehouse menjadi uang mati jika kapasitas mesin tidak mencukupi.

Capacity Management adalah cabang ilmu managemen yang mempelajari  supply sumber daya (resource), baik itu mesin maupun tenaga kerja.

Production Capacity (Kapasitas produksi) adalah jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Contoh: output mesin cetak per jam atau kapasitas mesin cetak per jam adalah 1,000,000 pcs.

Ada 5 hal penting dalam Capacity Management, yaitu:

  1. Capacity available (kapasitas tersedia)
  2. Bottle neck machine atau work center
  3. Capacity required (kapasitas yang dibutuhkan)
  4. % Machine Utilization dan % Manhours Utilization (Prosentase mesin dan tenaga kerja terpakai)
  5. % Machine Efficiency dan % Manhours Efficiency (Prosentase efisiensi mesin dan manhours)

 

Kita bahassatu persatu ya…….

1) Capacity Available (Kapasitas tersedia) untuk mesin dan tenaga kerja

Machine capacity available (kapasitas mesin tersedia) biasanya disiapkan oleh Supervisor dan Manager Produksi. Minimal mencantumkan data sbb:

  1. Kode mesin
  2. Nama Mesin
  3. Tahun pembuatan
  4. Riwayat perbaikan mesin
  5. Kapasitas mesin per jam, per bulan, per tahun
  6. Jumlah hari kerja
  7. Jumlah jam kerja per shift
  8. Realiability, merupakan % kemampuan mesin mesin saat ini, karena bisa saja kapasitas mesin tidak lagi sesuai dengan pada saat kondisi mesin masih baru, misalnya 90%
  9. Preventive maintenance diasumsikan pada hari libur untuk mesin-mesin yang full capacity.

 

Machine capacity available (kapasitas mesin tersedia)  = 3 shift x 8 jam x % Realiability x jumlah hari kerja

 

Di samping kapasitas mesin, team produksi juga memiliki Manhours available, diantaranya terdapat data sbb:

  1. Jumlah operator mesin per sub department
  2. Jumlah tenaga bagian packing per sub department
  3. Jumlah tenaga kerja administrasi
  4. Jumlah supervisor dan manager
  5. % Efektif jam kerja, yaitu 8 jam pershift dikurangi waktu tenaga kerja ke toilet, sholat, dll, misalnya 97%
  6. Jumlah jam per shift
  7. Jumlah hari kerja

No. 1 dan 2 adalah tenaga kerja langsung atau Direct Labour dan No. 3 dan 4 adalah Indirect Labor.

Biasanya Direct Labour akan masuk ke komponen COGS (cost of goods sold) biaya Direct Labour dan Indirect Labor biasanya akan masuk ke komponen COGS biaya FOH (Factory overhead).

Man hours available (tenaga kerja tersedia) = 1 shift x 8 jam x % Efektif x jumlah hari kerja x jumlah tenaga kerja langsung / direct labor

 

2) Bottle Neck

PPIC terutama juga harus memahami kapasitas mesin yang menjadi Bottle neck, karena bottle neck menggambarkan kapasitas produksi secara keseluruhan.

Bottle neck adalah mesin atau kelompok mesin yang mempunyai kapasitas terendah dan perbandingan antara kapasitas mesin pertahun dan demand pertahun hasilnya adalah < 1, contoh : kapasitas mesin cetak brosur per tahun =1,000,000 pcs sedangkan demand per tahun= 1,500,000 pcs maka kapasitas / demand = 0.667 inilah yang termasuk mesin yang Bottle neck.

Mesin atau kelompok mesin yang bottle neck secara bertahap harus ditingkatkan outputnya sehingga tidak menjadi bottle neck lagi. Hal ini misalnya dilakukan dengan cara pembelian spare part atau investasi mesin. Ini merupakan tugas Production manager dan team, Engineering Manager dan team dan  juga Factory Manager.

Khusus bottle neck akan kita bahas di artikel terpisah

 

3) Capacity Required

Sebelum menghitung Capacity Required (kapasitas yang dibutuhkan) kita perlu mengetahui Routing per produk dan Sales Forecast/demand.

Routing adalah rute suatu produk melewati mesin atau kelompok mesin produksi dan jumlah jam menggunakan mesin tsb (run time atau machine hours) dan jumlah tenaga kerja yang terlibat dan berapa lama (manhours), termasuk juga waktu membersihkan dan memanaskan mesin (set up time), waktu menunggu misalnya release QC (waiting time), jika bukan inline process maka butuh waktu pindah dari satu proses ke proses lain (move time), dsb.

Production lead time adalah setup + waiting time + run time + move time

Capacity Required = Sales Forecast atau Demand / Lot size x Routing

 

4) % Machine Utilization dan % Manhours Utilization

% Machine Utilization = Capacity Required / Capacity Available x 100%

Berdasarkan % machine utilization, Production manager dapat menentukan running shift=

  • ≤ 33% = mesin cukup running dalam 1 shift
  • ≤  66% = mesin running 2 shift
  • ≤ 100% = mesin running 3 shift
  • > 100% maka harus overtime, jika waktu untuk overtime tidak ada maka harus di meeting kan dengan Management dan diputuskan apakah harus investasi mesin.

 

% Man hours Utilization = Capacity Required / Capacity Available x 100%

Berdasarkan % machine utilization, Production manager dapat menentukan penambahan tenaga kerja=

  • ≤ 100% = tenaga kerja sudah cukup
  • Jika di setiap sub departemen prosentasi tidak rata maka tenaga kerja dialokasikan dari yg > 100%  dipindah ke yg ≤ 100%
  • Jika di seluruh pabrik sudah mencapai > 100% maka harus menambah tenaga kerja

 

5) % Machine  Efficiency dan % Manhours Efficiency

  • % Machine Efficiency = Actual machine hours / Standard machine hours x 100%
  • % Man hours Efficiency = Actual man hours / Standard man hours x 100%

Efficiency yang dilakukan depertemen produksi pada akhirnya akan melahirkan standard routing yang baru yg kemudian akan menurunkan COGS.

 

Cara menghitung CRP (Capacity requirement plan)

Dalam menghitung CRP perlu dicek juga WIP, apakah ada yang masih menggunakan mesin A, jika ada maka kebutuhan machine hours dan man hours-nya harus ditambahkan ke dalam Capacity Required.

Cara menghitungnya dapat dibuka link ini:

http://belajarmanajemenoperasi.com/2016/03/15/mengenal-closed-loop-mrp-ii-manufacturing-resource-planning/

 

Incoming search terms:

  • cara menghitung man hour
  • cara menghitung man hour produksi
  • capacity up manajemen
  • efisiensi manhours di produksi
  • menghitung plan utilization
  • efisiensi man hours di produksi
  • cara menentukan capacity planning dalam routing management
  • cara menghitung runing hour
  • perhitungan mesin shift
  • batle neek dan umbelance capacity dalam produksi
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *