shadow

4 Alasan Penting Inventory Management

cek barang

4 Alasan Penting Inventory Management atau Manajemen Persediaan

Apa yang dimaksud dengan Inventory atau Persediaan??

Inventory atau Persediaan terdiri dari Finished goods, WIP (work in process), Materials, dan MRO (repair and operational supplies)

 

 

Mengapa Persediaan PENTING ???

Paling tidak ada 4 alasannya:

  1. Untuk memenuhi order customer, memproduksi FG dan Support produksi
  2. Dapat menyebabkan produksi berhenti
  3. Dapat menyebabkan kehilangan penjualan (Lost sales)
  4. Mempunyai porsi value yang cukup tinggi pada total asets

 

Penjelasannya:

  1. Persediaan/Inventory sangat penting untuk perusahaan manufaktur karena FG dibutuhkan utk memenuhi order customer, materials untuk memproduksi Finished goods, dan MRO untuk men-support mesin produksi atau aktifitas di dept lain. MRO misalnya spare part mesin, pelumas mesin, general supplies, cleaning agent, ATK, dsb.
  2. Jika material atau MRO stockout (stock kosong) maka akan menghambat produksi
  3. Jika FG stockout (stock kosong) maka akan terjadi kehilangan penjualan dan kemungkinan produk kita akan digantikan oleh produk milik perusahaan lain, apalagi jika produk kita tidak unik
  4. Pada neraca dapat mengambil porsi 20% menjadi 60% dari total aset.

Itulah mengapa Inventory harus dikelola dengan baik, karena Inventory yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat ber-resiko buruk.

 

Untuk menghindari stockout ditentukanlah sejumlah Safety stock (Buffer stock) yang berfungsi untuk:

  1. Antisipasi permintaan customer yang Fluktiativ (Fluctuative demand)
  2. Antisipasi ketidakpastian (uncertainty), misalnya : material supply issue, quality issue, dsb

Safety stock ditentukan pada saat membuat AB Analysis, yang kemudian dilanjutkan dengan Inventory policy.

http://belajarmanajemenoperasi.com/2016/03/05/cara-membuat-abc-analysis/

 

Inventory  yang  tinggi juga memiliki resiko yaitu:

  1. Capital costs. Inventory yang tinggi menyebabkan uang mati, modal yg diinvestasikan sebagai Inventory tidak dapat digunakan utk keperluan lain dan tidak memperoleh bunga bank.
  2. Storage costs. Inventory yang tinggi membutuhkan tempat penyimpanan, tenaga kerja dan peralatan.
  3. Risk Costs
    1. Inventory menjadi expired.
    2. Rusak dalam peyimpanan, kotor, basah terkena atap yg bocor.
    3. Hilang, pencurian
  4. Menutupi banyak masalah, seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini.
    • Gambar (a) memperlihatkan bahwa Invetory yang tinggi seperti air laut yg sedang pasang, yg dapat menyembunyikan karang-karang, sehingga produksi dan customer service berjalan lancar yg diibaratkan dengan perahu.
    • Sedangkan gambar (b) jika Inventory rendah maka masalah-masalah yg digambarkan dengan karang-karang akan terlihat dari permukaan laut dan menghambat jalannya perahu.
    • Gambar (c) memperlihatkan Inventory yang rendah diikuti denganb improvement utk semua masalah yang ada, agar meskipun Inventory rendah, perahu dapat tetap berjalan dengan lancar

Inv high

gambar a

 

 

 

 

Inv Low

gambar b


Inv ok

 

 

 

 

 

gambar c

 

 

 

 

 

 

Objective Inventory Management

  • High customer service
  • Low production cost
  • Low Inventory

Singkatnya dengan Inventory yang rendah dan biaya produksi yang rendah, tetap dapat memenuhi seluruh order dari customer………

 

Lalu tanggung jawab siapakah Inventory management atau manajemen persediaan?

Jawabannya adalah PPIC

PPIC bertanggung jawab terhadap aliran Inventory dari mulai planning, material dikirim dari supplier sampai dengan Finished goods dikirim ke customer,seperti flow berikut ini:

 

MATERIAL DARI SUPPLIER —-> PROSES PRODUKSI —-> FINISHED GOODS DIKIRIM KE CUSTOMER

 

Inventory level sangat dipengaruhi oleh MPS dan MRP.

MPS mempengaruhi stock FG dan WIP, sedangkan MRP mempengaruhi stock material.

Sementara itu MRO (maintenance, repair and operational supplies) dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat produksi dan menjadi tanggung jawab masing-masing departemen karena kebutuhannya sangat spesifik dan teknis, kecuali stationary (ATK) biasanya dikelola oleh bagian HRD.

MRO juga harus dicontrol dan diatur dalam SOP karena value nya cukup tinggi.

Dalam hal ini kendali control ada di manager department masing-masing dan harus diaudit oleh internal audit.

Sedangkan utk Inventory meskipun secara value jauh lebih besar, biasanya sudah dikontrol oleh suatu computerized system,  misalnya : dimulai dari create PO sampai dengan selesai produksi dan FG dikirim ke customer.

 

 

Source:

Materi internal training di PPIC di sebuah perusahaan 

Jr.Tony Arnold., Stephen N. Chapman., Llyoid M. Clive.2008. Introduction to material management. 6th edition.Prentice Hall.

Incoming search terms:

  • empat alasan persediaan wajib di kontrol
  • mengapa inventory penting
  • resiko MGM
  • apakah persediaan / inventory itu penting di sebuah perusahaan
  • apakah inventory management
  • apakah inventory itu penting disebuah perusahaan
  • alasan menjadi ppic
  • alasan kontrol persediaan
  • alasan kenapa perlu ada persediaan/inventory
  • alasan di butuhkan inventory
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *