shadow

7 Pemborosan Toyota Production System

forkliftBelajar dari Buku Toyota Production System karya Taiichi Ohno

Sebagai penyelia di bengkel Toyota, Taiichi Ohno melihat perusahaan-perusahaan otomotif Amerika mengurangi variasi jenis mobil yang mereka tawarkan dan menstandarisasikan suku cadang untuk meningkatkan keuntungan.

Taiichi Ohno melihat masalah yg berbeda di negaranya :

“Masalah kami adalah bagaimana mengurangi biaya, sementara memproduksi berbagai jenis mobil dalam jumlah sedikit”

Munculnya Toyota menjadi raksasa otomotif dunia berkat bantuan sistem koordinasi pabrik buatan Ohno dan wawasan yang kelihatannya sederhana, yaitu MENGHILANGKAN SEMUA PEMBOROSAN.  

7 Jenis Pemborosan (Waste):

  1. Over Production
  2. Waiting time
  3. Transportation
  4. Processing
  5. Inventory
  6. Motions
  7. Defects

–> –> dan Pemborosan harus dihilangkan dengan menggunakan sistem.

Toyota Production System milik Ohno didukung oleh 2 hal, yaitu:

  1. Just-in-time
  2. Jidoka / Autonomation/ Otomatisasi

Penjelasan:

  1. Just-in-time adalah menganut Pull system (sistem tarikan), contoh: mesin dirakit ketika sudah ada permintaan, pabrik meminta suku cadang dari supplier terdekat ketika dibutuhkan, dsb
  2. Jidoka / Autonomation/ Otomatisasi adalah konsep memberikan kepintaran manusia kepada mesin
    • Contoh: mesin bubut dapat menemukan bahan yang cacat atau alat yang rusak.
    • Mesin yang pintar dapat mengurangi resiko suku cadang rusak
    • Menciptakan perubahan dari sejumlah operator yang menjalankan mesin masing-masing, menjadi sebuah team setengah ahli yang dapat menjalankan beberapa jenis mesin/peralatan sekaligus

Sebelum adanya perubahan yang dilakukan Ohno, bagian PPIC membuat Jadwal bulanan dan melakukan banyak perhitungan utk menentukan kebutuhan material. Kemudian Procurement mengirimkan PO ke supplier dan supplier mengirimkan material ke pabrik.

Tetapi sistem ini banyak menimbulkan masalah, diantaranya adalah

  1. Perubahan permintaan (demand)
  2. Ada masalah quality dengan output produksi
  3. Ada masalah mesin produksi (downtime machine)

Hal ini mengakibatkan material yang dibutuhkan terlalu banyak (overstock) atau bahkan terlalu sedikit (stockout).

Ketika sistem Ohno dijalankan di pabrik Toyota, hasilnya diantaranya adalah

  • Biaya pembelian persediaan turun 30%
  • Berhasil menghapuskan kekurangan bahan baku yang disebabkan oleh lemahnya Planning terpusat
  • Jumlah produksi sesuai dengan permintaan customer

 

“Masyarakat industri harus mengembangkan keberanian, daripada akal sehat, untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang dibutuhkan”

 

Source:

Toyota Production System karya Taiichi Ohno

Buku 100 Buku Bisnis Terbaik Sepanjang Masa karya Jack Covert dan Todd Sattersten

 

Incoming search terms:

  • 7 pemborosan dalam sistem produksi
  • contoh 7waste di pabrik
  • contoh pemborosan di produksi
  • tujuh pemborosan toyota
  • 7 pemborosan toyota
  • pemborosan menurut taiichi ohno
  • 7 pemborosan
  • 7 macam pemborosan
  • 7 pemborosan menurut toyota
  • 7 pemborosan produksi
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *