shadow

4 Alasan Forecasting

business-1302849__180

Apa itu Forecasting?
• Forecasting adalah meramal atau memperkiraan
• Sales Forecast atau Demand Forecast adalah ramalan atau perkiraan penjualan atau permintaan customer di masa depan, ada Sales Forecast jangka pendek ada juga jangka panjang misalnya 1 tahun dan 1-5 tahun.

 

 

Mengapa harus ada Forecast?

Paling tidak ada 4 alasan yaitu:
1. Meng-antisipasi ketidakpastian
2. Sebagai dasar untuk membuat Forecast material, karena membutuhkan Purchase leadtime yang cukup panjang terutama material import

• Sales Forecast –>  MPS (Master Production Schedule) –> MRP (Material Requirement Plan) –> Forecast material (Perkiraan kebutuhan material)

3. Sebagai dasar untuk menyusun kebutuhan CRP (Kapasitas produksi, Kapasitas mesin, peralatan dan tenaga kerja) dan Budget biaya Plant/Pabrik

• Sales Forecast –>  MPS (Master Production Schedule) –> CRP (Capacity Requirement Plan)

4. Untuk menghitung perkiraan di bagian Finance misalnya : perkiraan Rugi Laba, dsb

Demikianlah alasan mengapa harus ada Forecast.

Jika tidak ada Forecast, leadtime produksi terlalu panjang karena berarti leadtime produksi mencakup juga leadtime order material.

Padahal perusahaan harus menyediakan stock Finished goods di wareouse jika sifat produknya “make to stock”.

Bahkan jika “make to order” pun, minimal harus mempunyai stock materials atau semi finished goods. Dan ketika order dari customer diterima, bagian PPIC langsung koordinasi dengan Produksi agar segera memproses order tsb.

Baiklah mari kita lanjutkan belajar Forecasting produk make to stock di sebuah perusahaan manufaktur

Apa itu make to stock ? 

http://belajarmanajemenoperasi.com/2016/03/06/mengenal-4-macam-manufacturing-strategy-atau-strategi-manufaktur/

 

Demand Management

Tujuan utama dari sebuah perusahaan adalah untuk melayani pelanggan/customer.

Dalam hal ini, Marketing fokus pada memenuhi permintaan customer dan Operations (PPIC, Produksi, dan departemen lain di Plant) fokus pada membuat planning dan meng-eksekusi order customer.

Koordinasi dan kerjasama kedua Team ini disebut Demand Management.

Meskipun sudah disediakan Forecast, tetap harap diingat prinsip Forecasting berikut ini.
Principle of Forecasting:
1. Forecasts are usually wrong
• Forecast biasanya salah
2. Every forecast should include an estimate of error
• Kesalahan tidak bisa dihindari tetapi harus bisa diperkirakan, misalnya: plus minus error 10%
• Caranya dengan membuat historical data, data trend, data statistic dan Forecast accuracy report, dsb
3. Forecasts are more accurate for families or groups
• Forecast per family product lebih akurat, misalnya: forecast untuk perusahaan farmasi, jumlah Sales Forecast produk tablet tahun 2016 = 20 juta tablet.
4. Forecasts are more accurate for nearer time periods
• Misalnya : Sales Forecast M-1 (1 bulan sebelumnya) lebih akurat daripada M-2 (2 bulan sebelumnya)

Teknik membuat Forecast adalah sbb:
1. Teknik Kualitatif
• Proyeksi berdasarkan judgement dan intuisi
• Dilakukan oleh senior manager
2. Teknik Ekstrinsik
• proyeksi berdasarkan eksternal (ekstrinsik) indikator yang berhubungan dengan permintaan/demand produk
• contoh : Penjualan ban mobil sebanding dengan konsumsi bensin
3. Teknik Intrinsik
• menggunakan data historis untuk meramalkan
• berdasarkan asumsi bahwa apa yang terjadi di masa lalu akan terjadi di masa depan

Beberapa hal penting pada Teknik Intrinsik, yaitu:
a) Asumsi:
• Demand this month will be the same as last month
• Demand this month will be the same as demand the same month last year
b) Moving averages
• Menggunakan data average demand, misalnya 3 bulan atau 6 bulan untuk forecast demand bulan depan
• Baik utk produk yg mempunyai demand stabil dengan sedikit trend dan musiman
c) Exponential average
• Menggunakan average data forecast dan actual demand, misalnya forecast Januari = 80, actual demand Januari= 90, maka forecast Februari = 85

Untuk New product menggunakan Teknik riset pasar dan analogi terhadap historical data produk sejenis.

Setelah atau sebelum menggunakan teknik tsb, forecasting juga dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini:
1. Kondisi negara
2. Musim hujan, kemarau, pancaroba, wabah penyakit, dll
3. Kebijakan perusahaan misalnya : kenaikan harga, promosi, tidak diproduksi lagi
4. New product

Sebelum membuat Sales Forecast ada beberapa Data yang dibutuhkan antara lain adalah sbb:

1. Data penjualan 3 tahun terakhir dari Januari sampai dengan Desember
2. Data Demand dari tenaga penjualan di lapangan di seluruh cabang
3. Data produk untuk sample dan bonus penjualan
4. Data stock produk di seluruh cabang

 

Demikianlah akhir dari Belajar Forecasting…………. untuk Belajar Forecast Accucary akan kita pelajari pada next article….

 

 

source:

Jr.Tony Arnold., Stephen N. Chapman., Llyoid M. Clive.2008. Introduction to material management. 6th edition.Prentice Hall.

 

Incoming search terms:

  • apa itu forecasting
  • mengapa forecasting perlu dilakukan
  • mengapa perlu forecasting
  • mengapa perusahaan perlu melakukan forecast penjualan
  • apakah forecast
  • teknik forecasting dalam purchasing
  • apa itu forcest material
  • alasana menggunakan forecast
  • alasan manajemen tidak akurat dalam forecast
  • alasan forecasting
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *