shadow

Mengenal TPM (Total Productive Maintenance)

images (28)Mengenal T P M (TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE)

 

By Seiichi Nakajima (the father of TPM) , Japan Institute of Plant

Maintenance

 

MATERI TPM :

  1. PENGENALAN TPM
  2. 3 PHASE DAN 12 LANGKAH PENERAPAN TPM
  3. AKTIVITAS TPM
  4. AKTIVITAS GROUP KECIL
  5. MEMBANGUN TPM KE DALAM QMS

 

1.PENGENALAN TPM

– Sejarah

– Maksud dan Tujuan

– Feature

– Tujuan dan Philosophy

SEJARAH TPM

– Dikenalkan di Jepang oleh Seichi Nakajima

– Dikembangkan dari Preventive Maintenance System dari USA

– Perkembangan dari TPM bisa di rinci atas 4 tahap

o Breakdown Maintenance tahun 1950 han

o Preventive Maintenance tahun 1960 han

o Predictive Maintenance tahun 1970 han

o TPM

 

Maksud TOTAL dalam TPM :

  1. Total berarti melibatkan keseluruhan karyawan
  2. Total berarti melakukan dengan benar dan effective
  3. Total berarti Maintenance System yang meliputi :
  4. Preventive Maintenance (PM)
  5. Maintenance and Maintenability
  6. Maintenance Prevention (MP)
  7. Maintenability Improvement (MI)

 

FEATURE TPM :

– TPM bertujuan untuk memaksimalkan Equipment Effectiveness

– Penerapan TPM melalui system yang productive untuk peralatan

– TPM diterapkan oleh semua department

– TPM melibatkan semua personel

– TPM didasarkan pada promosi Productive Maintenance melalui Autonomous

Small Group Activities

 

TUJUAN DAN PHILOSOPHY TPM :

– Zero defect dan Zero breakdown

– Philosophy membuat product yang bagus :

o Mengendalikan product

o Mengendalikan Proses

o Mengendalikan Peralatan, checking dan monitoring

Untuk mesin mutakhir, mengendalikan proses manual hamper tidak mungkin, yang

mungkin hanya mengendalikan peralatan, sedangkan proses dikontrol dengan automatic

oleh PLC.

 

TPM DENGAN SYSTEM YANG LAIN :

– TPM dan ISO 9001/ QS 9000, TPM mensupport penerapan QMS tsb.

– TPM dan 5S, TPM adalah langkah selanjutnya setelah 5S

– TPM dan TQM, TQM adalah langkah selanjutnya setelah TPM

– TPM dan JIT waste elimination pada JIT disupport penuh oleh

TPM.

 

 

  1. TIGA FASE DAN DUABELAS LANGKAH PENERAPAN TPM

FASE 1. PERSIAPAN

  1. Top Management mengumumkan keputusan mengenalkan TPM
  2. Launching training dan kampanye TPM untuk middle level
  3. Membuat organisasi untuk promosi TPM
  4. Menerapkan dasar kebijakan TPM dan TPM objective
  5. Merumuskan program untuk pengembangan TPM
  6. TPM kick off

 

FASE 2. PENERAPAN TPM

  1. Improve effectiveness pada setiap peralatan
  2. Mengembangkan program autonomous maintenance
  3. Mengembangkan program schedule maintenance
  4. Mengadakan training untuk mengimprove operasi dan skill maintenance
  5. Mengembangkan Early Equipment Management Program

 

FASE 3. STABILISASI

  1. Perfect TPM implementation dan meningkatkan level TPM.

 

 3.AKTIVITAS TPM

Hal pokok :

– Practical detail

– Action Plan

– Lima aktivitas TPM

 

LIMA AKTIVITAS TPM :

  1. Memaksimalkan OEE (step 7)
  2. Autonomous Maintenance (step 8)
  3. Preventive Maintenance System (step 9)
  4. Meningkatkan Skill Personal dan Training (step 10)
  5. Initial Equipment Management (step 11)

 

  1. Memaksimalkan OEE (step 7)

– Aktifitas utama TPM adalah meningkatkan OEE

– Hasilnya diukur dengan nilai OEE dalam persen

– OEE = Down Time x Speed Losses x Quality Yield

– Untuk mencapai OEE yang bagus dengan cara menghilangkan ENAM LOSSES

 

– ENAM LOSSES yaitu:

o Down Time,

  1. Rusak
  2. Set up

o Speed Losses,

  1. Idle, setting, adjustment, kerusakan kecil
  2. Menurunkan kecepatan krn kualitas

o Defect,

  1. Proses defect
  2. Trial produksi

 

CONTOH PERHITUNGAN OEE :

Availability =   Leadtime – Downtime x 100%

Leadtime

Performance = Teoritical cycle time x process amount x 100%

Efficiency Operating Time

Rate of Quality = Process Amount – Defect Amount x 100%

Product Processes Amount

OEE = Availability x Performance Efficiency x Rate of Quality Product

Perusahaan xyz punya 3 line A, B dan C, perhitungan OEE :

No. Proses       Avaibility         Performance   Yield   OEE     Fractor                        Total

  1. A 95 %                90 %                92 %    79 %    100 %              79 %
  2. B 85 %                87 %                90 %    67 %    105 %              70 %
  3. C 100 %              99 %                100 % 80 %    80 %                79 %

 

  1. Autonomous Maintenance (step 8)

Operator bertanggung jawab untuk merawat mesin dengan melakukan pengecekan

harian, pelumasan, pengukuran dan tugas maintenance lainya.

 

TUJUH LANGKAH UNTUK MENGEMBANGKAN AUTONOMOUS

MAINTENANCE ;

  1. Initial cleaning
  2. Eliminasi sumber kontaminasi dan bagian yang tidak terjangkau
  3. Mengembangkan dan merawat cleaning dan standard lubrikasi.
  4. General inspection
  5. Autonomous maintenance inspection.
  6. Workplace organization dan house keeping
  7. Penerapan program autonomous maintenance

 

  1. Initial cleaning

– Cleaning berarti inspeksi

– cleaning akan menemukan kondisi abnormal secara otomatis

– Buat check sheet “abnormal” list

– Distandardkan pengecekan cleaning nya.

 

  1. Eliminasi sumber kontaminasi dan bagian yang tidak terjangkau

– Sebelum melakukan aktifitas ini pastikan operator sudah detraining tentang

mesinya dan bagian-bagian mesin

– Tindak lanjut kondisi abnormal dengan membuat ide improvement yang

berfocus pada pengurangan waktu cleaning.

– Contoh kontaminasi :

o debu dan oli pada hidrolis, karat, kerak dll.

 

  1. Mengembangkan dan merawat cleaning dan standard lubrikasi.

– Updating tentative cleaning dan Lubricating standard. Improvement step kedua

telah mengurangi waktu cleaning.

– Sekali dibuat standard, operator harus mengikuti dan supervisor bertanggung

jawab thd kebersihanya.

 

  1. General inspection

– Siapkan maintenance teaching manual

– Improve skill dari group leader circle

– Atur schedule dan lakukan general inspection

 

  1. Autonomous maintenance inspection.

– Evaluasi kembali standard inspeksi tentative

– Disinkronkan dengan standard yang dibuat team QCC

– Lakukan koreksi dan penyederhanaan

 

  1. Workplace organization dan house keeping

– Promote simplikasi dan tidiness tempat kerja (mengacu pada 5S – seri seiton)

– Evaluasi peraturan operator dan klarifikasi tanggung jawab.

 

  1. Penerapan program autonomous maintenance

– Fokus pada penghilangan enam losses

– Promote audit untuk autonomous maintenance system

 

VISUAL KONTROL SEBAGAI TOOL YANG MEMBANTU PENERAPAN

AUTONOMOUS MAINTENANCE :

– Tujuan visual control adalah, sekali melihat langsung mengetahui kondisinya.

– Seeing is believing

– Object visual control :

– Sign system pada peralatan dengan tanda panah, warna dsb.

– Labeling pada peralatan.

 

CONTOH VISUAL KONTROL :

-Visual control pada pipa, control panel, sensor, alat ukur, peralatan elektrik,

pelumasan, belt, motor dan spare part.

 

  1. Preventive Maintenance System (step 9)

– Tujuanya mencegah kerukan peralatan dan menghilangkan down time.

– Preventive Maintenance meliputi :

o Tugas dengan skill khusus, contoh welding

o Overhaul, khususnya part yang tidak kelihatan dari luar, contohnya gear

box, spindle mesin.

o Perbaikan peralatan yang susah dipasang lepas, contohnya mesin dan

silinder head

o Tugas yang berhubungan dengan pengukuran, contohnya leveling mesin,

kepresisian dinamis dsb.

o Safety risk, contohnya tempatnya tinggi.

 

PREVENTIVE MAINTENANCE :

– Time base maintenance

o Periodik inspection, part replacement, measurement

o overhaul, recording

– Predictive maintenance

o Sebuah kondisi berdasarkan diagnosa peralatan yang mengukur fungsi

dan kerusakan peralatan. Getaran, Arus, Kecepatan actuator dsb.

– Improvement kemudahan perawatan

o Tujuanya agar mudah dirawat dan sekali menemukan masalah segera

dibuat design yang lebih mudah.

– Contingency plan

o Sebuah perencanaan yang meliputi kondisi tidak menentu seperti mesin

rusak mendadak.

o Hal ini dibuat karena memang tidak ada system preventive maintenance

yang sempurna.

o Diperlukan autorisasi untuk penggunaanya dan tidak dipakai setiap

waktu. misalnya production manager, maintenance manager dsb.

o Tujuan utamanya agar supaya produksi tetap berlangsung dengan baik

sesuai requirement.

 

  1. Meningkatkan Skill Personal dan Training (step 10)

– Banyak cara dilakukan, salah satunya one point lesson

– Maintenance training dsb.

– Tujuan training :

o Kemampuan mendeteksi kerusakan

o Mampu memahami fungsi peralatan dan mekanisme dan hubunganya

dengan peralatan atau mekanisme yang lainya

o Mampu memperbaiki

o Mampu melakukan improvement

– Source of training bisa berasal dari :

o Tanya principle

o Ambil dari standard internasional

o Mengembangkan sendiri.

o One Point Lesson

 

  1. Initial Equipment Management (step 11)

– Life Cycle Cost

o LCC adalah suatu methode yang menolong untuk memahami beaya

operasional mesin. Kadang murah belinya mahal perawatanya.

– Early Equipment Management

o Meminimalkan waktu untuk pencapaian operasi yang stabil, tanpa break

down dan defecnya sedikit. (Commisioning, Taichi Agari)

o Point yang perlu direview :

Tahap design

  • Material yang jelek dalam pemilihanya
  • Kekuatanya kurang

Tahap Fabrikasi

  • Ukuran part salah
  • Kesalahan assembly

Instalasi dan Test Run

  • Leveling jelek, instalasi error

 

o Maintenance Prevention Design

Tujuannya mencegah breakdown dan defect untuk instalasi dan

peralatan baru dengan menerapkan preventive maintenance yang

baik

Hal ini juga termasuk memberikan masukan kepada produsen

mesin dengan informasi dari mesin sebelumnya.

 

  1. AKTIVITAS GROUP KECIL.

Group kecil terdiri dari 4 s/d 8 orang yang terdiri dari berbagai department, seperti pada

QCC. Autonomous Maintenance dikembangkan melalui group ini.

 

  1. SUGESTION SYSTEM (MEMBANGUN TPM KE DALAM QMS)

Pemberian reward sangat penting dalam menunjang aktivitas TPM.

 

AUDIT

Ke efektivitasan dari TPM ditinjau dengan internal Audit.

 

CONTINOUS IMPROVEMENT

Perbaikan berkelanjutan dalam step 12 sangat penting guna memelihara tools yang telah

dibuat dan meninjau CPA.

 

CATATAN :

Untuk QS 9000, Preventive maintenance adalah requirement dan OEE di anjurkan

penggunaanya.

 

Reference:

Artikel Bp. Estu Widodo dari milist IPOMS

Incoming search terms:

  • materi tpm
  • perbedaan TPM dan TQM
  • mengenal tpm
  • pengertian mp design di tpm
  • contoh tpm alat ukur
  • visual control dalam TPM
  • contoh item chek tpm alat ukur
  • bse total productive maintenance
  • apa perbedaan oee dan tpm
  • aktifitas tpm
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *