shadow

14 Point Manajemen Deming

pabrik

Belajar dari Buku Out of the Crisis karya Dr. William Edwards Deming

 

Seorang ahli matematika dan statistik yaitu Dr. William Edwards Deming menjelaskan konsep gerakan pentingnya kualitas dengan menerbitkan buku Quality, Productivity, and Competitive Position pada tahun 1982.

Kemudan pada tahun 1986 judulnya diganti menjadi Out of the Crisis.

Inti dari buku ini adalah 14 Point Manajemen Deming yaitu:

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tips Meeting menggunakan 6 Topi

 

kel orangTips Meeting Belajar dari buku Six Thinking Hats

Bayangkan usaha Anda sedang menghadapi sebuah masalah besar, misalnya : klien terbesar anda telah  berpaling ke pesaing anda….

Ketika diadakan meeting untuk mencari solusi masalah ini, semua manager dari masing-masing divisi memberikan ide. Umumnya ide mereka hanya dari kacamata divisi masing-masing….

Akhirnya diskusi dalam meeting akhirnya berubah menjadi argumen yang sengit, yang saling menyalahkan dan hanya memikirkan diri sendiri saja.

Agar diskusi semacam ini tetap bisa berjalan dengan baik, Edward De Bono dalam bukunya Six Thinking Hats menggambarkan 6 petunjuk gamblang atau topi yg mewakili jenis gagasan manusia.

Untuk setiap topi dia memberikan sebuah warna.

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Visi – Misi dan Strategic Business Plan beserta penjelasannya

unduhan (1)Penjelasan Vision, Mision, Objectives, Strategic Business Plan, Action Plan dan Core Values

Pada artikel yang lalu kita telah belajar mengenai 6 elemen penting yang perlu dimiliki oleh sebuah organisasi atau perusahaan agar tetap survive dan terus bertumbuh.

 

6 Elemen penting tsb adalah:

  1. Vision
  2. Mission
  3. Objectives
  4. Strategic Business Plan
  5. Actions Plan
  6. Core Values

Nah…pada artikel ini kita akan belajar definisi dan penjelasan masing-masing elemen tsb.

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

6 ELEMEN TUJUAN DALAM STRATEGIC PLAN

images (31)

Apa jadinya jika kita sebagai manusia tidak mempunyai tujuan hidup ……. kita akan menjadi bingung dan tidak fokus dalam melangkah.

Apalagi sebuah perusahaan alangkah bingung dan tidak fokus-nya pekerjaan seluruh karyawan karena perusahaan tidak mempunyai tujuan atau tidak merumuskan tujuan dan arah perusahaan.

Manusia atau organisasi atau perusahaan yang tidak memiliki tujuan maka bagaikan permainan sepak bola yang tidak memiliki Gawang….. sehingga setiap orang hanya menendang bola tidak tentu arah….energi habis terpakai tetapi tidak terlihat hasilnya….

Dengan memiliki 6 Elemen Tujuan dalam Strategic Plan (Rencana Strategis) dan tentu saja disupport oleh Leader dan team yang solid maka sebuah perusahaan akan survive dan terus bertumbuh, yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan dengan baik dan sesuai dengan target waktu yang diinginkan.

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

5 hal penting dalam Capacity Management

timbangan5 hal penting dalam Capacity Management (Manajemen Kapasitas)

Seorang Planner atau PPIC Manager/Supervisor harus memahami kapasitas produksi di pabrik, karena sebaik apapun MPS (master production schedule) yg dibuat jika kapasitas mesin tidak cukup maka MPS tidak akan bisa dieksekusi.

Oleh karena itu setelah PPIC membuat MPS, selanjutnya adalah meng-kalkukasi CRP  (capacity requirement plan) bukan ke MRP (material requierment plan) dahulu, sebab material yang akan dibeli akan terbuang percuma atau menumpuk di warehouse menjadi uang mati jika kapasitas mesin tidak mencukupi.

Capacity Management adalah cabang ilmu managemen yang mempelajari  supply sumber daya (resource), baik itu mesin maupun tenaga kerja.

Production Capacity (Kapasitas produksi) adalah jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Contoh: output mesin cetak per jam atau kapasitas mesin cetak per jam adalah 1,000,000 pcs.

Ada 5 hal penting dalam Capacity Management, yaitu:

  1. Capacity available (kapasitas tersedia)
  2. Bottle neck machine atau work center
  3. Capacity required (kapasitas yang dibutuhkan)
  4. % Machine Utilization dan % Manhours Utilization (Prosentase mesin dan tenaga kerja terpakai)
  5. % Machine Efficiency dan % Manhours Efficiency (Prosentase efisiensi mesin dan manhours)
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

4 Buku Favoritku di PPIC

4 Buku Favoritku di PPIC –  Pengalaman dan Pengamalanku di PPIC

Bulan Mei tahun 1992 adalah perkenalan pertama saya dengan dunia PPIC. Saat saya diterima bekerja sebagai PPIC staff di sebuah perusahaan manufaktur, saya belum memahami seluk beluk PPIC karena background saya adalah Teknik Informatika bukan Teknik Industri. Karena rasa ingin tahu yg begitu besar, sepulang kerja saya sering mampir ke toko buku untuk mencari buku yang cocok dengan pekerjaan baru saya.

Manpro-THaniHandokoI. Akhirnya saya menemukan buku pertama yang cocok yaitu buku yang membahas tentang PPIC, Buku Manajemen Produksi karya T.Hani Handoko. Banyak yg saya pelajari dari buku ini diantaranya adalah cara membuat ABC Analysis.

 

 

 

 

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

3 Cara Evaluation – MRP II

evaluationEvaluation – Closed Loop MRP II (Manufacturing Resource Planning)

Setelah melalui tahap Planning, Execution dan Monitoring selanjutnya adalah Evaluation.

Apa manfaat Evaluasi?

  • Melihat sejauh mana kemampuan Planning system
  • Menampilkan masalah-masalah yg terjadi
  • Menyempurnakan system yg sedang berjalan
  • Menilai posisi atau kondisi kita saat ini
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

3 Jenis Tahap Monitoring (Monitoring phase) – MRP II

monitoring3 Jenis Tahap Monitoring (Monitoring phase) – Closed Loop MRP II 

Setelah melalui tahap Planning dan Execution dengan selamat dan selanjutnya tugas PPIC berikut nya adalah Follow up…Follow up ….dan Follow up…

Tahap ini menurut saya justru yg paling banyak membutuhkan waktu dan kesabaran juga membutuhkan leadership dan ketelitian, sebab harus berkoordinasi dengan bagian lain.

Meskipun semua sudah diplanning dan didiskusikan pada monthly meeting dan weekly meeting, pada daily activities-nya sometimes ada saja deviasi yg tidak terduga.

Follow up dari PPIC sangat dibutuhkan agar planning dan execution tetap on track, sehingga meskipun ada deviasi dapat segera diambil action plan.

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

2 TAHAP EKSEKUSI / EXECUTION PHASE – CLOSED LOOP MRP II (Manufacturing Resource Planning)

 

action2 TAHAP EKSEKUSI / EXECUTION PHASE –  CLOSED LOOP MRP II (Manufacturing Resource Planning) – Menerbitkan MO (Manufacturing order) dan PR (Purchase Request)

Setelah menyelesaikan Tahap Planning kita lanjutkan belajar mengenai Tahap Eksekusi atau Execution Phase dari Closed Loop MRP II (Manufactueing Resource Planning).

 

Tahap Eksekusi atau Execution phase dari Closed Loop MRP II ada 2 yaitu:

  • Menerbitkan MO (Manufacturing Order) oleh PPIC à Eksekusi MO utk memproduksi finished goods oleh Produksi
  • Menerbitkan PR (Purchase Request) oleh PPIC à Eksekusi PR menjadi PO oleh Procurement
facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Planning Phase – Material Requirement Plan (MRP)

images (33)

Planning Phase – Material Requirement Plan (MRP)

Setelah selesai membuat ABC Analysis, PP, MPS, dan CRP kemudian PPIC membuat MRP (Material requierement Plan), selanjutnya PPIC membuat Forecast material untuk dikirim ke Procurement yg akan digunakannya utk kontrak pembelian material kepada supplier, kontrak VMI (Vendor Managed Inventory), dll.

 

 

Data input yang dibutuhkan untuk membuat MRP adalah:

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube